← Semua artikel
Dasar pasar3 menit baca

Kupon tetap, harga obligasi bisa turun: bedakan kupon, current yield, dan YTM

Contoh obligasi sederhana menunjukkan mengapa kupon tidak sama dengan hasil total. Pelajari pengaruh harga beli, tenor, dan risiko menjual sebelum jatuh tempo.

Ilustrasi editorial: Kupon tetap, harga tetap bergerak

Edisi 19 Oktober 2026. Istilah pendapatan tetap sering membuat obligasi terdengar seperti produk yang nilainya tidak berubah. Pada obligasi dengan kupon tetap, yang tetap adalah rumus pembayaran kupon sesuai ketentuan instrumen. Harga pasar tetap bisa naik atau turun. Untuk membacanya, pisahkan kupon, current yield, hasil sampai jatuh tempo, serta hasil nyata jika dijual lebih awal.

Satu pembayaran, tiga angka persentase

Obligasi fiktif memiliki nilai nominal Rp10 juta dan kupon tahunan 6%, sehingga membayar Rp600 ribu setahun. Pembelian pada harga Rp9,5 juta menghasilkan current yield sekitar 6,32%: Rp600 ribu dibagi Rp9,5 juta. Pembelian pada Rp10,5 juta menghasilkan current yield sekitar 5,71%. Kupon terhadap nominal tetap 6% pada ketiga kondisi. Perhitungan latihan ini mengabaikan accrued interest, biaya, dan pajak.

Harga beli simulasiKupon tahunanCurrent yield
Rp9.500.000Rp600.0006,32%
Rp10.000.000Rp600.0006,00%
Rp10.500.000Rp600.0005,71%

Current yield belum menghitung perubahan pokok

Jika dibeli di bawah nominal dan dilunasi pada nominal, ada selisih harga yang perlu diperhitungkan; jika dibeli di atas nominal, arahnya sebaliknya. Yield to maturity atau YTM menyetarakan harga dengan nilai kini dari arus kas kupon dan pelunasan menurut jadwal. YTM merupakan ukuran berbasis asumsi, bukan janji hasil bersih yang otomatis terjadi pada seluruh investor.

Mengapa yield pasar dan harga bergerak berlawanan?

Untuk arus kas yang sama, tingkat diskonto yang lebih tinggi menghasilkan nilai kini yang lebih rendah. Contoh paling sederhana adalah obligasi tanpa kupon yang membayar Rp10 juta tepat satu tahun lagi. Dengan yield 5%, harga modelnya sekitar Rp9.523.810. Dengan yield 6%, menjadi sekitar Rp9.433.962. Perubahan ini adalah hasil rumus Rp10 juta / (1 + yield), bukan penawaran produk atau kutipan pasar hari ini.

Risiko sebelum dan sampai jatuh tempo berbeda

Penjualan sebelum jatuh tempo menghadapi harga yang tersedia serta likuiditas pembeli. Menahan sampai jatuh tempo tetap memerlukan kemampuan penerbit memenuhi kewajiban dan kecocokan arus kas dengan kebutuhan investor. Instrumen tertentu memiliki opsi pelunasan lebih awal atau kupon yang dapat berubah. Jangan menerapkan contoh fixed-rate sederhana pada produk yang struktur pembayarannya berbeda.

  • Baca nominal, jadwal kupon, jatuh tempo, serta hak penerbit melakukan pelunasan lebih awal.
  • Bedakan clean price dan total dana transaksi yang mungkin memasukkan bunga berjalan.
  • Periksa risiko kredit, likuiditas, serta kemungkinan perlu menjual lebih cepat.
  • Bandingkan hasil setelah biaya dan pajak pada asumsi yang sama.
  • Jika memakai reksa dana obligasi, pahami bahwa unit penyertaan bukan satu obligasi yang pasti dilunasi pada tanggal kebutuhan danamu.

Untuk pembaca yang membandingkan beberapa seri

Kupon tertinggi belum tentu memberikan YTM tertinggi atau risiko yang paling sesuai. Tenor, kualitas kredit, harga, dan ketentuan instrumen turut menentukan. Duration dapat membantu memperkirakan sensitivitas harga terhadap perubahan yield kecil, tetapi bukan batas penurunan dan tidak menghapus risiko kredit. Mulai dari kebutuhan waktu dana dan rincian arus kas sebelum membandingkan satu angka persentase.

Sumber & bacaan lanjutan

Penjelasan dan contoh ditulis untuk Academy. Referensi berikut membantu memeriksa konsep; ilustrasi bukan chart pasar live.