Frekuensi dan ukuran hasil adalah dua variabel
Strategi A memenangkan delapan dari sepuluh transaksi. Setiap menang menghasilkan 10 USDT, setiap kalah menghabiskan 50. Totalnya 80 − 100 = −20 sebelum biaya. Win rate 80% terdengar menarik, tetapi belum menutup besarnya kerugian.
Strategi B menang empat kali dengan hasil 30 dan kalah enam kali dengan kerugian 10. Totalnya 120 − 60 = +60 sebelum biaya. Contoh ini tidak menyatakan win rate rendah selalu lebih baik; ia menunjukkan perlunya membaca distribusi hasil lengkap.
Expectancy adalah rata-rata, bukan janji transaksi berikutnya
Dengan peluang menang p, rata-rata untung W, dan rata-rata rugi L yang ditulis positif, expectancy = p × W − (1 − p) × L. Untuk A: 0,8 × 10 − 0,2 × 50 = −2 per transaksi. Untuk B: 0,4 × 30 − 0,6 × 10 = +6.
Angka peluang dan rata-rata dalam praktik diestimasi dari sampel, bukan diketahui pasti. Sepuluh transaksi terlalu sedikit untuk menyimpulkan keunggulan stabil. Biaya, perubahan kondisi pasar, dan kesalahan pelaksanaan dapat membuat nilai masa depan berbeda.
| Strategi | Win rate / rata-rata | Hasil 10 transaksi |
|---|---|---|
| A | 80%; +10 / −50 | −20 sebelum biaya |
| B | 40%; +30 / −10 | +60 sebelum biaya |
| B, biaya 2 tiap transaksi | Biaya total 20 | +40 setelah biaya tetap |
Profit factor menambahkan sudut pandang lain
Profit factor adalah total keuntungan positif dibagi nilai absolut total kerugian negatif pada basis perhitungan yang konsisten. Pada A nilainya 80 ÷ 100 = 0,8; pada B 120 ÷ 60 = 2. Jika tidak ada transaksi rugi pada sampel kecil, penyebut nol tidak membuktikan strategi sempurna.
Jangan menyebut profit factor yang menghitung hasil kotor sebagai hasil setelah biaya. Angka juga bisa didominasi satu keuntungan besar. Lihat jumlah transaksi, median, hasil ekstrem, waktu berada di pasar, serta drawdown untuk memahami bentuk distribusinya.
Cari titik impas dengan asumsi yang eksplisit
Tanpa biaya, win rate impas untuk W dan L tetap adalah L ÷ (W + L). Dengan W 30 dan L 10, hasilnya 25%. Bila biaya tetap 2 dikenakan setiap transaksi, expectancy menjadi p × 30 − (1 − p) × 10 − 2; titik impas naik menjadi 30%.
Rumus sederhana ini mengasumsikan hasil rata-rata dan biaya stabil. Dalam pasar sebenarnya keduanya berubah. Gunakan sebagai pemeriksaan matematika dan dasar menyusun pengujian, bukan sebagai alasan menaikkan ukuran posisi segera setelah beberapa kemenangan.
Latihan dan pemeriksaan mandiri
- Hitung profit factor A dan B dari total hasil, bukan dari win rate saja.
- Turunkan titik impas B dengan biaya 2: 30%.
- Cari apakah satu transaksi mendominasi hasil sampel sebelum menarik kesimpulan.
Sumber & bacaan lanjutan
Penjelasan dan contoh ditulis untuk Academy. Referensi berikut membantu memeriksa konsep; ilustrasi bukan chart pasar live.
